LIMA UPN JATIM

Lumbung Informasi Mahasiswa UPN "Veteran" JATIM

Archive for June, 2010

REKTOR UPN DICOKOT

Posted by Admin On June - 12 - 2010

Sidang Korupsi P2SEM Lambertus Wajong

SURABAYA – SURYA- Pengakuan mengejutkan terjadi dalam sidang lanjutan dugaan korupsi dana P2SEM yang dilakukan mantan anggota DPRD Jatim 2004-2009, Lambertus Louis Wajong. Saksi Djohan Wahyudi nyokot Rektor UPN, Selasa (8/6).

Dosen Pasca Sarjana UPN Veteran Jatim ini mengaku telah memotong dana P2SEM untuk dinikmati sendiri.

Dalam persidangan dengan Ketua Majelis Hakim M Soleh dan Jaksa Penuntut Umum Edy Winarko, mendengarkan keterangan empat orang saksi yang disinyalir turut andil dalam pencairan dana P2SEM. Selain Djohan Wahyudi, dihadirkan saksi lain, yaitu Samiatun sebagai administrasi UPN Veteran Jatim, Drs Hadi Isman, dosen FE UPN Veteran Jatim, serta Gigih Budoyo, staf DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar.

Dalam sidang itu Djohan menyebutkan, pihaknya memotong dana yang diterima, Rp 180 juta. “Dari yang cair Rp 180 juta, saya potong Rp 20 juta. Lalu saya bagi dua dengan Rektor UPN Veteran Jatim,” jelasnya kepada majelis hakim di PN Surabaya.

Pengakuan ini mengejutkan majelis hakim dan JPU, karena itu, M Soleh langsung mencecar Djohan dengan berbagai pertanyaan. Diantaranya, mengapa terjadi pemotongan Rp 20 juta dan bagaimana kronologisnya. “Bukankah ini bentuk dari penyimpangan administratif?” tanya Soleh.

Djohan dengan entengnya menjawab, pemotongan itu memang bentuk dari penyimpangan administratif. Namun, realisasi program dana P2SEM tetap berjalan dan tak ada kekurangan apa pun dalam pengerjaannya.

Diungkapkan, dana P2SEM sebesar Rp 180 juta itu diberikan UPN Veteran Jatim guna merealisasikan pelatihan kewirausahaan dan teknologi tepat guna di Desa Sumbersuko, Kecamatan Wage Kabupaten Malang. Sedangkan pencairannya harus melalui rekomendasi anggota DPRD Jatim. Karena memang Lambertus yang merekom, maka uang senilai Rp 160 juta dari total Rp180 juta itu disetorkannya kepada Lambertus melalui perantara staf DPRD Jatim, Gigih Budoyo. “Kalau yang Rp 160 juta itu saya tidak tahu nasibnya, karena bukan menjadi hak saya,” jelasnya.

Ditemui usai sidang, penasehat hukum Lambertus Wajong, Pieter Hadjon mengungkapkan, apa yang diungkapkan Djohan itu bisa mengantarkannya ke status tersangka. “Bahkan bukan tersangka lagi, bisa mengarah ke terdakwa, karena dia juga turut menikmati hasil pemotongan dana P2SEM tersebut,” tukasnya.

Lambertus terseret sebagai tersangka menyusul temuan aliran dana P2SEM untuk UPN Veteran Surabaya. Lambertus memberi rekom proposal kampus dibawah naungan Hankam itu, namun dengan minta imbalan setoran. Dari penelusuran tim kejaksaan, Lambertus mengutus seseorang menemui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPN Veteran dengan membawa proposal kosongan atas nama LPPM UPN.nsda

Sumber : SURYA

Popularity: 48% [?]

Polisi Bantah UPN Dibobol

Posted by Admin On June - 12 - 2010

[ Kamis, 10 Juni 2010 ]
Padahal Rp 200 Juta Melayang

RUNGKUT – Kawasan kampus kembali menjadi sasaran aksi penjahat. Setelah kampus ITS dibobol pada 26 Mei lalu, giliran kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran menjadi korban.

Ruangan Biro Keuangan di Kampus UPN di Jalan Gunung Anyar disatroni pencuri pada Selasa lalu (8/6). Kelompok yang diduga beranggota lebih dari dua orang tersebut membawa kabur uang sekitar Rp 200 juta.

Uang sebesar itu mereka ambil dari dua brankas besi berukuran sedang di dalam ruangan di gedung rektorat lantai satu. Mereka masuk melalui jendela di sisi barat ruangan dan menjebol terali besi penutup jendela.

Pencurian itu diperkirakan terjadi pukul 02.00 sampai 04.00. Yang pertama mengetahui adalah Marsono, 48, salah seorang pegawai cleaning service, sekitar pukul 06.00.

Saat itu, Marsono yang sehari-hari bertugas membersihkan gedung rektorat terkejut melihat ruangan biro keuangan sudah acak-acakan. Terali besi yang dibobol pelaku tergeletak di lantai.

Tim gabungan Polres Surabaya Timur dan Polsek Sukolilo langsung datang dan langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Dari hasil olah TKP tersebut diketahui dua brankas itu dibongkar dengan benda tumpul.

Tapi, anehnya, polisi terkesan menyembunyikan kejadian tersebut. Tak ada seorang petugas pun yang mau berkomentar masalah kejadian besar itu. Kasatreskrim Polres Surabaya Timur Iptu Gatot Setyobudi saat dihubungi lebih memilih menyerahkan kasus tersebut ke Kapolsek Rungkut AKP Naouvil Hartono. ”Silakan hubungi Kapolsek Rungkut saja,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi kemarin (9/6).

Sementara itu, Kapolsek Rungkut AKP Naouvil Hartono juga terlihat enggan berkomentar banyak. Dia malah membantah bahwa telah terjadi pembobolan di kampus UPN.

”Wah, siapa yang bilang? Ndak ada apa-apa kok,” tegas Nouvil saat dihubungi melalui ponselnya. ”Sebentar ya, saya masih ada urusan di polda,” tambahnya mengakhiri percakapan di ponsel.

Namun, berdasar informasi yang dikumpulkan Jawa Pos di lapangan, diperkirakan para pelaku adalah orang dalam atau yang sudah mengetahui letak uang brankas. Mereka diduga sejak lama mengincar dua ruangan itu.

Beberapa kejanggalan juga terlihat di TKP. Di antaranya, saat kejadian, gedung rektorat kampus UPN sedang dijaga petugas keamanan.

Sementara itu, menurut Kepala Humas UPN Jatim Diana Amalia, seharusnya suara pukulan di sekitar gedung lebih mudah terdengar. ”Kejadiannya kan dini hari dan sedang sepi. Padahal, kalau siang ramai seperti sekarang ini (kemarin) saja, ada orang memasang paku di sana terdengar keras,” ungkapnya.

Diduga para pelaku adalah orang yang profesional. Sebab, pintu masuk ke dalam kampus UPN Veteran Jatim bersifat one gate system. Meski demikian, bagian belakang kampus yang sebagian besar adalah sawah dan tanah lapang, tampaknya, membuat kampus itu sangat terbuka.

Setelah kejadian tersebut, polisi pun meminta keterangan beberapa saksi. Di antaranya, dua satpam yang sedang bertugas malam itu serta empat staf biro keuangan yang sehari-hari berada di ruangan tersebut. (dan/c5/ttg)

Sumber : JAWAPOS

Popularity: 14% [?]

  • Partner links