LIMA UPN "Veteran" Jawa Timur

Lumbung Informasi Mahasiswa UPN JATIM

Polisi Bantah UPN Dibobol

Posted by admin On June - 12 - 2010
 

[ Kamis, 10 Juni 2010 ]
Padahal Rp 200 Juta Melayang

RUNGKUT – Kawasan kampus kembali menjadi sasaran aksi penjahat. Setelah kampus ITS dibobol pada 26 Mei lalu, giliran kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran menjadi korban.

Ruangan Biro Keuangan di Kampus UPN di Jalan Gunung Anyar disatroni pencuri pada Selasa lalu (8/6). Kelompok yang diduga beranggota lebih dari dua orang tersebut membawa kabur uang sekitar Rp 200 juta.

Uang sebesar itu mereka ambil dari dua brankas besi berukuran sedang di dalam ruangan di gedung rektorat lantai satu. Mereka masuk melalui jendela di sisi barat ruangan dan menjebol terali besi penutup jendela.

Pencurian itu diperkirakan terjadi pukul 02.00 sampai 04.00. Yang pertama mengetahui adalah Marsono, 48, salah seorang pegawai cleaning service, sekitar pukul 06.00.

Saat itu, Marsono yang sehari-hari bertugas membersihkan gedung rektorat terkejut melihat ruangan biro keuangan sudah acak-acakan. Terali besi yang dibobol pelaku tergeletak di lantai.

Tim gabungan Polres Surabaya Timur dan Polsek Sukolilo langsung datang dan langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Dari hasil olah TKP tersebut diketahui dua brankas itu dibongkar dengan benda tumpul.

Tapi, anehnya, polisi terkesan menyembunyikan kejadian tersebut. Tak ada seorang petugas pun yang mau berkomentar masalah kejadian besar itu. Kasatreskrim Polres Surabaya Timur Iptu Gatot Setyobudi saat dihubungi lebih memilih menyerahkan kasus tersebut ke Kapolsek Rungkut AKP Naouvil Hartono. ”Silakan hubungi Kapolsek Rungkut saja,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi kemarin (9/6).

Sementara itu, Kapolsek Rungkut AKP Naouvil Hartono juga terlihat enggan berkomentar banyak. Dia malah membantah bahwa telah terjadi pembobolan di kampus UPN.

”Wah, siapa yang bilang? Ndak ada apa-apa kok,” tegas Nouvil saat dihubungi melalui ponselnya. ”Sebentar ya, saya masih ada urusan di polda,” tambahnya mengakhiri percakapan di ponsel.

Namun, berdasar informasi yang dikumpulkan Jawa Pos di lapangan, diperkirakan para pelaku adalah orang dalam atau yang sudah mengetahui letak uang brankas. Mereka diduga sejak lama mengincar dua ruangan itu.

Beberapa kejanggalan juga terlihat di TKP. Di antaranya, saat kejadian, gedung rektorat kampus UPN sedang dijaga petugas keamanan.

Sementara itu, menurut Kepala Humas UPN Jatim Diana Amalia, seharusnya suara pukulan di sekitar gedung lebih mudah terdengar. ”Kejadiannya kan dini hari dan sedang sepi. Padahal, kalau siang ramai seperti sekarang ini (kemarin) saja, ada orang memasang paku di sana terdengar keras,” ungkapnya.

Diduga para pelaku adalah orang yang profesional. Sebab, pintu masuk ke dalam kampus UPN Veteran Jatim bersifat one gate system. Meski demikian, bagian belakang kampus yang sebagian besar adalah sawah dan tanah lapang, tampaknya, membuat kampus itu sangat terbuka.

Setelah kejadian tersebut, polisi pun meminta keterangan beberapa saksi. Di antaranya, dua satpam yang sedang bertugas malam itu serta empat staf biro keuangan yang sehari-hari berada di ruangan tersebut. (dan/c5/ttg)

Sumber : JAWAPOS

 

Popularity: 13% [?]

Leave a Reply