Forum dialog diadakan kembali pada Jumat, (23/07) tergabung didalamnya yaitu perwakilan ormawa dan UKM. Agenda ini adalah agenda rutin yang diadakan setiap 6 bulan sekali. Agenda seperti ini membantu memberikan ruang gerak antara pemimpin dan perwakilan mahasiswa guna memberikan saling masukan apapun demi kemajuan UPN. Forum dialog ini dihadiri oleh Rektor, Warek 1, Wadek 1 masing-masing fakultas, BEM, ormawa, Sekjen forum UKM, Pengurus UKM, serta perwakilan mahasiswa.
Terdapat Delapan point yang dibahas dalam forum ini. Delapan point itu menyangkut masalah evaluasi & tuntutan 6 bulan lalu, pertemuan 3 UPN yang melibatkan ormawa dan UKM pada kegiatan Simada IV, sistem keamanan UPN, kurangnya fasilitas ormawa dan UKM, fasilitas FTI dan FTSP, biaya pendidikan UPN, transparasi informasi segala permasalahan yang ada, dan yang terakhir yaitu sistem pemilihan pejabat di lingkungan UPN.
Sayangnya pada point pertama mengenai evaluasi & tuntutan 6 bulan lalu belum dibahas secara mendalam. Pada point kedua mengenai pertemuan 3 UPN yang melibatakan ormawa dan UKM pada kegiatan simada IV, terkait hal ini rektor UPN Jatim meminta agar diadakannya agenda sendiri. Untuk itu rektor menyarankan agar segera dihidupkan kembali BEM Universitas. Mengenai kegiatan simada IV akan dilaksanakan selama 14 hari di pulau Bawean.
Sedangkan pada masalah sistem keamanan UPN yang tercantum pada point ketiga, rektor mengaku sudah dan terus dilakukan evaluasi-evaluasi agar tidak terjadi kehilangan terutama kehilangan motor yang sering terjadi. Evaluasi ini sudah ditunjukkan pada sistem keluar masuknya kendaraan di UPN yang menggunakan sistem karcis bagi karyawan dan mahasiswa. Tetapi sistem keamanan itu sendiri kurang maksimal sehingga mengakibatkan terjadinya kehilangan uang di brankas Biro Keuangan. Untuk masalah ini sudah ditangani oleh polsek, polwil dan sudah menyangkut polda jatim. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak berwajib dari penyelidikan yang bersifat obyektif sampai subyektif. Hingga saat ini kita hanya bisa menunggu keputusan dari pihak berwajib. Mengenai hal ini pihak UPN meminta agar kita semua keluarga UPN dapat bersatu dalam menyelesaikan masalah ini.
Kurangnya fasilitas di ormawa dan UKM pada point keempat juga dibahas dalam forum ini. Dalam hal ini pihak lembaga akan membantu jika ada kegiatan UKM yang perlu dianggarkan biayanya, dengan catatan UKM-UKM tersebut harus mencoba mencari dana dengan usaha sendiri terlebih dahulu.
Fasilitas Lab seperti di FTI dan FTSP yang kurang memadai dan perlu pembaharuan juga disinggung dalam forum ini. Rektor menjelaskan bahwa saat ini sedang dibangun laboratorium jalan raya pada FTSP dan laboratorium instrument pada FTI. Diharapkan semua laboratorium berstandarisasi ISO 17035 pada tahun 2011 nantinya dapat terselesaikan. Mengenai standarisasi perlu adanya penilaian alat-alat di laboratorium, manajementnya, dan praktiknya.
Point ke-enam yaitu mahalnya biaya pendidikan di UPN yang dinilai tidak sebanding dengan fasilitas yang diterima. Rektor mengaku bahwa mahasiswa tidak sama sekali dibebankan untuk pembiayaan gaji para dosen. Tetapi segala pembangunan fasilitas memang diambil dari uang SPP mahasiswa. Pengambilan dari uang SPP mahasiswa itupun sangat minim, untuk itu harus diadakan kerja sama oleh pihak luar agar segala fasilitas di UPN dapat terpenuhi. Misalnya saja kolam renang yang mendapat bantuan dari kementrian olah raga. Pada saat ini tengah direncanakan pula pembangunan laboratorium tepat guna.
Sedangkan hal-hal yang menyangkut penggunaan fasilitas dikampus seperti peminjaman BUS, VillaWimaya, GSG Giri Loka dan lain-lain menurut Rektor bersifat gratis asalkan murni kegiatan mahasiswa UPN dan tidak ada kerja sama dari pihak luar. Tetapi pada kenyataan di lapangan mahasiswa dibebankan pada biaya peminjaman. Untuk itu Rektor menyatakan bahwa hal ini akan diteliti dan ditindak lanjuti.
Point ketujuh, yaitu transparansi informasi setiap permasalahan yang dihadapi pihak lembaga kepada semua civitas akademika. Misalnya saja masalah kehilangan uang dan P2SEM yang sampai saat ini tidak ada kejelasan informasi. Untuk masalah P2SEM pihak UPN sedang menunggu dari kejaksaan dan sampai saat ini UPN terus mengikuti sidang di kejaksaan.
Point terakhir yaitu menyangkut sistem pemilihan pejabat UPN yang hanya melibatkan pihak yayasan tidak seperti biasanya yang menggunakan sistem pemilu. Untuk saat ini setiap pemilihan pejabat UPN menggunakan sistem uji. Sistem uji ini menurunkan penguji dari pihak luar UPN dan yang tentunya selevel dengan jabatan yang akan diujikan atau berada pada jabatan diatasnya.
Dari forum dialog tersebut rektor memberikan kesimpulan singkatnya yaitu perlu adanya suatu kerja sama antara pihak lembaga, rektorat, karyawan, dan mahasiswa itu sendiri agar ke-8 point diatas dapat terlaksana dengan baik.
Popularity: 34% [?]

















































