Negara ini sudah terlalu kotor, Negara ini sudah terlalu bobrok, Elit politiknya sibuk dengan partai politiknya masing – masing, Para tokoh – tokok agamanya sibuk dengan pengikutnya masing – masing, Pemerintahannya sibuk melaksanakan Undang – undang titipan para Pemodal, dan Mahasiswanya, kalo ga sibuk dengan motifasinya yang hanya memperluas Khasana Intelektualnya, mereka hanya berkutat pada persoalan Food, Fashion, and Sex.! Dan akhirnya, “Kampuspun jadi kantong sampah para pelacur intelektual”. Negara ini sepertinya akan hilang dalam absensi Negara – Negara dibelahan Bumi ini.
Saat harga – harga semakin membumbung, saat para elit politiknya asik dengan kekuasaan dan urusan kantong perutnya masing – masing, dan saat mayoritas rakyat sedang tertatih – tatih untuk keluar dari jeratan lubang kemiskinan. Ternyata saat itu juga para kaum intelektualnya khususnya Mahasiswa/I yang pada dasarnya adalah harapan terakhir Rakyat, tak berbuat apa – apa. Terkekang dalam system yang kemudian tak bernyali untuk melawan, Paham tapi kemudian tak melakukan apa – apa. Tanggung jawab moral, hanya selesai diatas kertas, yang kemudian dijadikan kebanggaan ketika meraih Toga Penghargaan kesarjanaan.
“Rencana pemerintah SBY-Boediono untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Tarif Dasar Listrik (TDL) pada bulan april 2012, merupakan tindakan nyata bentuk pelepasan tanggung jawab Negara terhadap kesejahteraan hidup rakyat. Menaikkan harga BBM dan TDL sama artinya dengan mencabut anggaran subsidi rakyat pada konsumsi energy, tentu saja hal tersebut akan semakin menambahkan beban hidup rakyat. Pengalaman rakyat Indonesia di tahun 2008 bisa menjadi contoh bagaimana efek kenaikan harga BBM dan TDL secara domino mendorong juga kenaikan harga pangan, biaya pengobatan, biaya transportasi, biaya pendidikan, biaya perumahan, dan konsumsi. Tentu saja hal ini akan sangat mempengaruhi daya beli rakyat Indonesia terutama pada konsumsi kebutuhan rumah tangga. Dan pada tahun 2012 ini penderitaan rakyat tersebut bukan semakin berkurang malah akan semakin bertambah parah jika harga BBM dan TDL akan dinaikkan sekaligus. Dengan dalih penghematan anggaran belanja Negara lewat pemangkasan subsidi BBM dan TDL sejatinya pemerintahan borjuasi SBY-Boediono telah mengorbankan hak rakyatnya untuk mendapatkan penghidupan yang layak”
Menyikapi persoalan diatas, Mana Mahasiswa.?? Hanya asik mengeksklusifkan diri diatas menara gadingnya masing – masing. Hey kawan, hari ini kau tak merasakan apa – apa. Duniamu Indah, diatas segala ketercukupan, kusarankan sesekali lihatlah kebawah, Berapa banyak saudara – saudara sebangsamu yg merintih ditindih beratnya beban.? Tawamu tak lucu dikantin – kantin Universitas, Teorimu tak berguna diatas penderitaan rakyat dan Gelarmu adalah kepalsuan besar yang telah merobohkan Nilai – nilai kemanusiaan.!
Pada dasarnya tidak pernah ada Skat – Skat diantara kita, saat ini kekuatan kita terpecahkan kawan, tolonglah, jangan sisahkan sedikitpun bidang diotakmu untuk terpecah dari barisan kawan – kawanmu yang berjuang atasnama rakyat.
Hey kawan,.. Apa kau Rela bangsamu ini tetap jadi bangsa kuli.? “JIka kau menolak jadi ternak, Melangkahlah bersama mereka dijalan – jalan raya perlawanan, dipanggung – panggung diskusi dan Bedahlah persoalan – persoalan bangsamu diatas congkaknya Menara gadingmu.!!” Kau adalah amanat penderitaan rakyat, jutaan kepala merintih menanti aksimu kawan.!!!
Maaf kali ini aku mengucapkan, Innalillahi wainna ilaihi rojiuunn.. :’( untuk matinya gerakan mahasiswa.!!! (Tapi, ku harap ini cuman kematian suri)
by : Saddam Revolusi
Popularity: 10% [?]



