LIMA UPN JATIM

Lumbung Informasi Mahasiswa UPN "Veteran" JATIM

Archive for the ‘Opini’ Category

SITUASI KEAMANAN KAMPUS YANG SEMAKIN TERPURUK

Posted by Admin On January - 6 - 2010

Akhir – akhir ini keamanan di kampus kita sedang menjadi sorotan utama,sebab semakin hari,situasi keamanan semakin terpuruk,masalah kehilangan – kehilangan sampai kurang profesionalnya pejabat keamanan kampus dalam menyikapi permasalahan yang selama ini ada.Hal ini sangatlah memprihatinkan ketika sebuah keamanan yang menjadi titik berat dalam obyek – obyek penting,tidak mengerti subtansi jobdis yang di sedang emban.

Keamanan adalah sesuatu yang sangatlah penting dalam sebuah kondisi,karena dengan kemanan yang terjamin masyarakat atau civitas menjadi tenang dalam melakukan aktivitasnya,seperti di dalam kampus,ketika keamanan dalam kampus bisa terjamin maka kita (mahasiswa) bisa tenang dalam melakukan aktivitasnya.

Terkadang permasalahan keamanan kurang diperhatikan,baik pihak keamanan sendiri sampai kita – kita yang menjadi obyek utama didalamnya,hingga situasi seolah memberikan kesempatan bagi orang – orang yang berbuat jahat,seperti masalah kehilangan kendaraan yang akhir – akhir ini sering terjadi,semua itu harusnya menjadi perhatian utama bagi semua,dengan dibuatnya system baru pun tidak menjamin kehilangan yang terjadi bisa berhenti,sering-kali KABAG PAM (kepala bagian keamanan) menyebutkan bahwasanya Mahasiswa yang menjadi aktor atas kehilangan–kehilangan yang terjadi,terbukti dari statement yang diberikan ketika ada yang melaporkan kehilangan kendaraan, apakah benar memang seperti yang terjadi?atau kah memang hanya menjadi kedok untuk menutupi ulahnya sendiri.

Penyalahgunaan wewenang salah satu faktor didalam kurangnya kefokusan kinerja pihak keamanan kampus,banyaknya pedagang – pedagang yang masuk di dalam kampus ternyata menjadi pasokan dana dalam bidang keamanan, terbukti dari pungutan – pungutan yang dilakukan oleh pihak keamanan terhadap para pedagang,layaknya preman pasar yang menarik uang keamanan di dalam,mereka melakukan pemungutan terhadap para pedagang,yang harusnya menjadi pelayan untuk sebuah keamanan,sekarang berubah menjadi preman yang memungut uang keamanan,tak heran ketika keamanan didalam kampus kurang terperhatikan.

Semua memang harus dirubah,bukan saatnya mencari siapa yang benar dan siapa yang salah,tapi harus ada yang bertanggung jawab atas semua,dan kepala keamanan harus mau bertanggung jawab atas kejadian – kejadian yang selama ini terjadi,jadi tidak hanya mendapat jasa saja,namun harus mau bertanggung jawab juga atas semua,tidak ada pilihan selain HARUS TURUN JABATAN,karena semua yang terjadi sudah melampaui batas normal.Dalam kurun jabatannya yang kurang dari setengah tahun sudah ada sekitar 6 kendaraan yang hilang,ini jelas kejadian yang tidak wajar lagi terjadi,ini semua adalah sebagian contoh dari kejadian – kejadian yang terjadi, dan ini juga tidak bias di biarkan begitu saja.

Popularity: 34% [?]

KAMPUS = MABES MALING INDONESIA

Posted by Admin On January - 6 - 2010

Kampus merupakan tempat yang digunakan untuk belajar dan mengeluarkan kreatifitas yang dimiliki seseorang. Karena kampus adalah tempat yang aman, nyaman dan tentram untuk melakukan aktifitas akademik dan non akademik. Sehingga mahasiswa atau siapapun berada dalam sebuah kampus akan terasa nyaman.

Dalam hal ini suasana kampus dulu yang dianggap tempat yang paling aman dan nyaman, sekarang menjadi tempat yang tidak lagi aman dan nyaman bagi siapapun yang berada dalam kampus. Ini disebabkan karena banyaknya kehilangan barang-barang yang ada di kampus seperti aset-aset kampus yang bernilai tinggi, lalu kendaraan bermotor milik mahasiswa dan pegawai sendiri, kemudian komputer dan laptop. Semuanya ini seharusnya merupakan tanggung jawab dari BAGIAN KEAMANAN dari kampus sendiri, yang harus menjaga keamanan kampus dan membuat kampus terasa aman dan nyaman.

Tetapi, kenyataannya dalam setiap kehilangan yang berada di dalam kampus pihak bagian keamanan tidak mau tanggung jawab atas kejadian yang sering ada di kampus. Mereka hanya berdiam diri dan melempar tanggung jawabnya kepada orang yang kehilangan barang, dalam hal ini mahasiswa yang selalu disalah padahal banyak barang dari mahasiswa dan kampus sendiri yang kehilangan. Serta dari pihak BAGIAN KEAMANAN menuduh dan menfitnah mahasiswa yang menjadi maling/pencuri semua tanpa bukti dan dasar yang ada. Apakah itu salah satu dari lempar tanggung jawab BAGIAN KEAMANAN dari kampus kita UPN “Veteran” Jatim?????????????????????????

Pada kenyataannya sistem keamanan yang diterapkan di kampus UPN “Veteran” Jatim ini bahwa mahasiswa harus menunjukkan karcis dan STNK untuk keluar atau meninggalkan kampus. Jika tidak mahasiswa tersebut harus mengurus sesuai prosedur yang berlaku, tapi untuk karyawan atau pegawai UPN “Veteran” Jatim sendiri mereka bisa masuk keluar bolak-balik semaunya sendiri tanpa ada pemeriksaan dari pihak keamanan kampus.

Ini yang jadi pertanyaan buat kita, apakah aturan yang di buat hanya diberlakukan bagi mahasiswa dan tidak bagi karyawan atau pegawai UPN “Veteran” Jatim sendiri?????

Apakah mahasiswa bukan bagian dari keluarga atau warga kampus UPN “Veteran” Jatim?????

Akankah UPN “Veteran” JATIM terus menjadi kampus yang tidak lagi aman dan nyaman dari maling??????

Mana tanggung jawab BAGIAN KEAMANAN kampus, bila kampus kita tidak aman??????

Sekarang ironisnya kampus UPN “Veteran” JATIM sudah menjadi MABES MALING INDONESIA, sehingga kita yang berada dalam kampus tidak lagi terasa aman dan nyaman.

HATI-HATI KAWAN-KAWAN

KAMPUS UPN “VETERAN” JATIM

BANYAK MALING LHO………………………

Popularity: 22% [?]

Perjuangan UKM yang Vakum

Posted by Admin On October - 7 - 2009

Semenjak UKM Resimen Mahasiswa (MENWA) berdiri tahun 1975 dan diikuti UKM Mahasiswa Pecinta Alam (MAHAPALA) tahun 1978 terbentuk mahasiswa UPN sudah memiliki wadah penyaluran minat bakat. Baru setelah tahun 1997 UKM mulai berkembang lebih luas terbentuklah UKM OlahRaga, UKM Bela Diri, UKM Seni, UKM Rohani.

Berbagai prestasi telah ditorehkan mahasiswa UPN baik tingkat regional maupun tingkat nasional, bahkan ada yang berprestasi di tingkat Internasioanal. Perkembangan UKM sekarang sangat mengenaskan dari 31 UKM (data UPN) atau 27 UKM (versi Forum UKM) tinggal belasan yang aktif dan yang lainnya vakum.

Selain minimnya anggota dikarenakan mahasiswa UPN mulai malas ikut UKM, dukungan dana yang sangat minim serta anggaran yang selalu turun tiap tahunnya membuat redup UKM. Kurangnya dukungan Kemahasiswaan untuk UKM memperparah kondisi UKM.

Secercah harapan muncul ketika Forum UKM yang telah lama tidur dan bangkit dari tidurnya. UKM – UKM bahu membahu memperjuangkan hak mereka yang telah lama tertindas oleh kampus. Memperjuangkan Maba wajib ikut UKM, peningkatan anggaran UKM serta kesejahteraan UKM.

Semoga perjuangan kita tidak berhenti di tengah jalan dan tetap semangat sampai akhir. Yang perlu kita ingat “MINAT BAKAT MAHSISWA WAJIB DIBIYAI KAMPUS“…ANJING-ANJING ITU HANYA MEMENTINGKAN KENYAMANAN JABATANNYA DAN ISI PERUT MEREKA ….Mahapala 454 Hujan Kabut

Popularity: 36% [?]

Demokrasi di Kampus

Posted by Admin On September - 27 - 2009

Kita sering dengar demokrasi di kampus sudah redup,mahasiswa mulai malas berorganisasi maupun vakumnya organisasi kampus.Apa yang salah?Apakah benar mahasiswa sudah apatis dan acuh tak acuh dengan permasalahan disekitarnya,apakah ada peran besar dari pihak kampus(pejabat kampus /dosen) untuk mematikan demokrasi kampus.

Sementara beberapa organisasi kampus seperti unit-unit kegiatan mahasiswa (UKM) ataupun Himpunan mahasiswa jurusan (HMJ) harus berhadapan dengan mulai adanya pemberlakuan jam malam, penyediaan fasilitas kegiatan hingga pembatasan dana yang harus mereka dapatkan untuk menjalankan aktfitasnya. Kampus sebaliknya menghamburkan cukup banyak dana untuk bangunan-bangunan prestisius, untuk menunjukkan bahwa kampus tersebut berkelas elit.

Upaya untuk meredam kebebasan berorganisasi ini dilakukan juga dengan penerapan kebijakan presensi 75 persen sebagai syarat untuk ujian ataupun nilai. Di kelas-kelas, dosen-dosen tradisional dan kolot berpropaganda kepada mahasiswa untuk tidak ikut organisasi-organisasi independen yang maju hingga dilarang terlibat dalam aksi-aksi demonstrasi. Semua itu ditujukan agar mahasiswa menjadi sosok yang pasifis, tidak kritis dan jauh dari realitas sosial masyarakat Indonesia yang mayoritas hidup dalam kemiskinan dan keterbelakangan. Harapan dari pemerintah dan jajaran rektorat, agar mahasiswa semata-mata mempelajari teori-teori usang di kampus, dibekali skill seadanya dan cepat lulus agar bisa bersaing dalam pasar tenaga kerja. Lagi-lagi, hal ini tidak sedikitpun mencerminkan upaya untuk memajukan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan rakyat serta bangsa Indonesia.

Demokratisasi di kampus adalah satu hal penting yang harus segera diwujudkan. Berkumpul, berorganisasi dan menyatakan pendapat adalah hak demokratis yang secara nyata diatur oleh konstitusi. Bicara demokrasi berarti bicara tentang partisipasi. Jika partisipasi tersebut dibatasi atau bahkan dibungkam niscaya demokratisasi hanya akan menjadi sebuah mimpi bagi kita semua.(mnp)

Popularity: 39% [?]

ADA APA DENGAN UPN

Posted by Admin On September - 21 - 2008

Dalam banyak hal UPN sangat terkenal sebagai kampus berkualitas dengan biaya murah dan itu semua diakui masyarakat surabaya pada khususnya dan jawa timur pada umumnya,namun dibalik realita itu semua ada sebagian kecil yang kayaknya kurang begitu diperhatikan baik itu oleh pejabatnya maupun mahasiswanya itu sendiri….

mungkin setiap mahasiswa yang kurang sadar akan haknya sehingga tidak begitu memperdulikan masalah listrik sering mati mendadak ketika terjadi proses belajar mengajar dan bahkan pada saat ujian berlangsung. Siapa yang harus disalahkan dalam hal ini,akankah mahasiswa lagi yang jadi korban setelah mereka dah melaksanakan kewajibannya…..

Read the rest of this entry »

Popularity: 12% [?]

ADA APA DENGAN SIAPA

Posted by Admin On September - 21 - 2008

Dalam sebuah lingkungan akademik, semua civitas diminta untuk jerbasuki mawa beya dimana dari setiap elemen saling dukung dan saling support antara satu dengan yang lain. Demi kemajuan dan kesuksesan sebuah lingkungan, segala hal yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut harus atau minimal terpenuhi kebutuhannya.dalam hal ini baik pejabat,karyawan maupun mahasiswa harus paham atau minimal tahu walaupun sedikit apa yang menjadi hak dan kewajiban masing – masing,bukan hanya menuntut hak tapi tidak tahu kewajibannya,selain itu guna meningkatkan kualitas sebuah organisasi akademika perlu SDM yang mumpuni dan sesuai keahlian dalam masing – masing sub bidang.

Read the rest of this entry »

Popularity: 11% [?]

  • Partner links