Bangsa INDONESIA adalah bangsa yang kaya raya, loh jinawi, Sumber Daya Alam ( SDA ) cukup melimpah, warisan nenek moyang kita. MERDEKA!!! itulah kata para pejuang pada saat jaman kemerdekaan. Mereka berjuang susah payah untuk kemerdekaan negeri ini. Berkumpul menjadi satu untuk melawan penjajah yang sudah ratusan abad mengeruk hasil bumi pertiwi. Hingga semboyan “MERDEKA ATOE MATI” pun tercetus pada saat itu…
Hari ini, kita mulai disusupi penjajahan model baru, dari budaya, ekonomi, dan banyak hal yang lain. salah satu halnya adalah peran globalisasi.Seluruh produk luar negeri mulai merambah ke negeri ini, dari SHELL dan sebangsanya mulai menjual bahan bakar, PERTAMINA yang notabene adalah produk dalam negeri pun kini kalang kabut menghadapi banyaknya pesaing dari luar negeri yang sudah memasuki bumi pertiwi.
INDONESIA, di tanahmu kami lahir dari rahim ibu pertiwi, mengais rejeki dari ribuan kaum miskin yang terlantar di negeri ini…
Sampai kapan kami harus terjajah baik dari rohani maupun jasmani di BUMI PERTIWI ?!!!
Ketika MEREKA sudah sewenang-wenang dengan para penghuni negeri, MEREKA yang berlimpah uangnya, membungkam pemerintah untuk tetap diam dan patuh terhadap mereka. Disamping itu mereka membabi-buta untuk menghabisi barisan yang ingin melawan penindasan seperti yang terjadi di PAPUA. Bangsa Papua Barat secara terus menerus ditindas hak-haknya, kekayaan alamnya dirampok habis oleh perusahan tersebut tanpa ada jaminan hidup yang sehat.Tembagapura dan sekitarnya dalam situasi darurat, korban penembakan, teror dan intimidasi semakin marak dilakukan aparat keamanan milik perusahan dan pemerintah.Kondisi ini juga di perburuk dengan sikap perusahan tambang raksasa PT Freeport Indonesia milik imperialisme Amerika Serikat yang acuh tak acuh terhadap tuntutan para serikat pekerja buruh dan masyarakat adat .
Imperialisme ialah sebuah kebijakan di mana sebuah negara besar dapat memegang kendali atau pemerintahan atas daerah lain agar negara itu bisa dipelihara atau berkembang. Sebuah contoh imperialisme terjadi pada saat negara-negara itu menaklukkan atau menempati tanah-tanah itu.
Dulu, Bapak Proklamator kita yaitu Ir. Soekarno pernah melakukan perjanjian kepada PT. Freeport dimana tambang emas boleh dikelola oleh mereka akan tetapi 80% masuk ke Indonesia dan 20% boleh dimiliki oleh pihak asing. Namun pada saat Bapak Pembangunan kita yaitu Soeharto, merubah perjanjian pada tahun 1967 dengan PT. Freeport yang hingga kini malah menjadi 80% masuk ke pihak asing, dan 20% dimiliki oleh Indonesia. Melihat kondisi di PAPUA BARAT yang kini mulai kronis, marilah kita bergabung, bersatu padu untuk melawan penjajahan yang sudah turun-temurun terjadi di bumi pertiwi.
MARI KITA DUKUNG UNTUK MENUTUP PT. FREEPORT INDONESIA PT. FREEPORT DAN mempertanggung jawabkan POLITIK, MORAL dan KEJAHATAN terhadap pelanggaran HAK ASASI MANUSIA ( HAM ) di TANAH PAPUA.
By : ADITIA WARMA
Popularity: 4% [?]



