Semakin ketatnya keamanan saat ini ternyata masih belum bisa menjamin ketenangan mahasiswa untuk melakukan proses belajar mengajar di dalam kampus, keamanan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang mahasiswa untuk belajar dengan tenang, dengan kondisi yang aman kita bias memfokuskan aktivitas kita di dalam kampus tanpa harus berfikir mengenai kehilangan ataupun segala sesuatu yang menyangkut keselamatan kita.
Pergantian REKTOR di kampus kita UPN “Veteran” JATIM, ternyata membawa perubahan yang cukup besar di kampus, terutama yang nyata saat ini di bidang keamanan, hal ini cukup nyata, banyak orang mengatakan bahwa kampus ini adalah kampus militer, yang harusnya dari segi keamanan sangat terjamin, tapi ternyata sering terdengar di telinga kita banyak kasus kehilangan yang terjadi, mulai dari fasilitas kampus ( komputer ), sampai pada sepeda motor, ini adalah sedikit contoh yang harusnya perlu kita ketahui, sebab ini semua juga menunjang ketenangan kita dalam menuntut ilmu di kampus.
Dengan di terapkannya sistem parkir yang baru saat ini ternyata masih belum bisa membendung tingkat kehilangan yang utamanya pada kendaraan, beberapa kali kita sering di ancam dengan tindak curanmor di kampus kita, dan ini sangat mengancam ketenangan kita semua, seperti yang baru terjadi di kampus kita, 2 buah sepeda motor hilang begitu saja. Sungguh sangat disesalkan pihak yang berwenang dikampus tidak sanggup menjalankan tugas nya dengan baik yaitu mengamankan kondisi kampus agar seluruh mahasiswa / mahasiswi dapat menuntut ilmu dikampus tanpa ada rasa kekhawatiran akan sepeda motornya yang diparkir pada lahan kampus. Bahkan pihak yang berwenang pun hanya bisa melimpahkan pertanggung jawabannya atas kehilangan 2 sepeda motor kepada polisi setempat. Padahal, PAM merupakan unit yang benar-benar menguasai medan / kondisi yang ada dikampus. Sebuah pertanggung jawaban atas tugas yang diembankan pihak yang berwenang, tak lagi dapat memuaskan mahasiswa agar merasa aman dan fokus menimba ilmu yang ada di UPN “Veteran” JATIM.
PAM sendiri mengusulkan pembuatan stiker dengan harga Rp. 25.000 yang dibayarkan setiap tahunnya dengan alasan memperketat keamanan yang ada agar tidak terjadi kehilangan lagi. Sungguh sangat disesalkan sekali Uang SPP yang dibayarkan tidak dapat dimanfaatkan dengan baik, hingga PAM meminta uang untuk usulannya tersebut sebagai alasan agar kampus lebih aman lagi. Apakah sebuah stiker dapat menjamin agar kampus ini lebih aman???? Hanyalah menunggu waktu diberlakukannya aturan tersebut. Namun, usulan seperti itu tak dapat diterima sepenuhnya oleh mahasiswa karena seperti apapun bentuk aturan agar kampus lebih aman bukan sebuah jaminan karena akar permasalahan masih belum dapat ditanggulangi yaitu oknum-oknum yang bermain dibelakang kejadian kehilangan sepeda motor tersebut. Ketika kampus yang kita masuki sudah tidak dapat memberikan pelayanan dan keamanan yang layak, Mungkin sudah saat nya seluruh mahasiswa / mahasiswi mengamankan dirinya sendiri dan berusaha dengan kemampuannya sendiri agar dapat bertahan didalam kampus hingga pada akhir masa studinya. Diharapkan kepada para mahasiswa / mahasiswi agar selalu membawa kunci ganda pada sepeda motor / mobil nya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Popularity: 8% [?]



