APA SELANJUTNYA YANG BISA DAN PERLU SAYA KERJAKAN ? Tulisan ini lebih banyak merupakan renungan. Renungan tentang kehidupan saya selama ini, dan juga kehidupan di masa selanjutnya. Oleh karena itu, renungan yang kali ini berupa tulisan yang cukup panjang. Mengapa merenungkannya? Sebab, ketika tulisan ini dibuat, umur saya sudah menginjak 74 tahun. Menurut hukum alam, umur yang sekian itu merupakan tahap-tahap yang terakhir dalam kehidupan manusia. Dan saya tidak dapat mengetahui, sekarang ini, sampai... more
Delapan point tuntutan Mahasiswa
Forum dialog diadakan kembali pada Jumat, (23/07) tergabung didalamnya yaitu perwakilan ormawa dan UKM. Agenda ini adalah agenda rutin yang diadakan setiap 6 bulan sekali. Agenda seperti ini membantu memberikan ruang gerak antara pemimpin dan perwakilan mahasiswa guna memberikan saling masukan apapun demi kemajuan UPN. Forum dialog ini dihadiri oleh Rektor, Warek 1, Wadek 1 masing-masing fakultas, BEM, ormawa, Sekjen forum UKM, Pengurus UKM, serta perwakilan mahasiswa. Terdapat Delapan point yang dibahas dalam forum ini. Delapan point itu menyangkut masalah evaluasi & tuntutan 6 bulan lalu, pertemuan 3 UPN yang melibatkan ormawa dan UKM pada kegiatan Simada IV, sistem keamanan UPN, kurangnya fasilitas ormawa dan UKM, fasilitas FTI dan FTSP, biaya pendidikan UPN, transparasi informasi segala permasalahan yang ada, dan yang terakhir yaitu sistem pemilihan pejabat di lingkungan UPN. Sayangnya pada point pertama mengenai evaluasi & tuntutan 6 bulan lalu belum dibahas secara mendalam.... more
AIB BESAR DAN DOSA BERAT INI HARUS KITA BUANG JAUH-JAUH
Kelihatannya, berbagai macam kegiatan untuk menyelenggarakan peringatan “40 tahun peristiwa 65” sedang terus berkembang di berbagai kalangan dari golongan dalam masyarakat, baik di Jakarta maupun di daerah-daerah. Ini pertanda baik bahwa, walaupun pelan-pelan, banyak orang dari berbagai kalangan dan golongan (termasuk yang tadinya mendukung Orde Baru) menyadari betapa pentingnya untuk secara serius merenungkan apa saja yang dialami bangsa kita selama 40 tahun sesudah timbulnya peristiwa 65 atau... more
MENYERAHLAH, ELIT INDONESIA!
Oleh : Viddy AD Daery Kalian tak bisa terus-terusan membohongi kami, berbuat jahat terhadap kami, berkhianat terhadap kami, sambil berpura-pura berpihak kepada kami. Kami sudah tahu belang kalian, kami sudah mengepung kalian! Kalian tak bisa lagi kemana-mana, karena kemanapun kalian melangkah, kalian memijak air mata kami, kemanapun kalian terbang, kalian akan lelah dan hinggap di air mata kami. Kemanapun kalian berlayar, kalian mengarungi air mata kami. Semenjak Sukarno berubah menjadi Raja Jawa... more
Format Gerakan Mahasiswa Pasca Reformasi
Salah satu peran yang sangat penting dalam proses perubahan politik di Indonesia adalah peran mahasiswa dengan gerakan mahasiswanya. Perjalanan panjang Gerakan mahasiswa mencapai puncaknya pada mei 1998 dengan indikasi turunnya kekuatan otoriter dibawah kepemimpinan Soeharto. Keberhasilan yang mengesankan ini tampaknya tidak dibarengi oleh kesiapan jangka panjang gerakan mahasiswa. Sejumlah pihak menganggap turunnya Soeharto pada Mei 1998 sebenarnya diluar prediksi semula. Soeharto terlalu cepat... more
Eskalasi Unjuk Rasa
Editorial Harian Pontianak Post, Kalimantan Barat UNJUK rasa mahasiswa memperlihatkan perubahan arah dan tujuan. Awalnya, aksi-aksi yang melibatkan badan eksekutif mahasiswa (BEM), OKP (organisasi kemahasiswaan pemuda), dan eksponen mahasiswa lain itu hanya memprotes kebijakan pemerintah. Misalnya, keputusan pemerintah menaikkan harga BBM, tarif dasar listrik (TDL), dan telepon –meski kenaikan yang terakhir ini melalui Menhub Agum Gumelar dinyatakan ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan–... more
Rekonstruksi Soliditas Gerakan Mahasiswa
Oleh R. Andriadi Achmad Aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa KM Universitas Andalas Mobilisasi pergerakan mahasiswa setiap dekade zaman dilekati karakteristik dan tantangan yang berbeda-beda. Terlihat pada masing-masing zaman menampilkan figur, isu, problem yang berbeda. Menarik benang example, pergerakan mahasiswa Angkatan 66 membumikan isu otoritarian state dengan ‘Ikon tritura’. Angkatan 74 (Malari) mengusung isu NKK/BKK dengan ‘Ikon otonomisasi’. Angkatan 78 mengangkat isu perlunya merealisasi... more
About Me

















































